Refocusing Anggaran Menuju New Normal, Hibah ke Rumah Sakit Swasta akan Dipangkas

Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Manokwari akan melakukan refocusing anggaran untuk menuju tatanan kehidupan baru (New Normal). Untuk itu, rencana pemberian hibah kepada empat rumah sakit di Manokwari akan dipotong.

Di dalam rincian anggaran penanganan Covid-19, ada hibah dari Pemkab Manokwari kepada empat rumah sakit di Manokwari. Dalam rincian itu disebutkan bahwa setiap rumat sakit mendapat dana hibah sebesar Rp 1 miliar.

Namun, menurut Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Manokwari, drg. Henri Sembiring, dana hibah itu akan direfocusing untuk kebutuhan rapid test dan penyediaan sarana prasarana fasilitas karantina.

Rencana pemberian hibah, kata dia, karena pada awalnya dikhawatirkan terjadi lonjakan pasien, sehingga tidak bisa ditampung semuanya di rumah sakit pemerintah. Sebab, daya tampung ruang isolasi di BLUD RSU Manokwari terbatas. Namun, hingga saat ini kekhawatiran itu tidak terjadi.

Oleh karena itu hibah direfocusing. Semua anggaran akan disesuaikan menuju New Normal. Mengingat dan menimbang perkembangan ini, rencana pemberian dana hibah itu akan direfocusing sesuai kebutuhan,” tandasnya.

sumber: https://suaramandiri.co/2020/06/10/refocusing-anggaran-menuju-new-normal-hibah-ke-rumah-sakit-swasta-akan-dipangkas/

Ketua DPR Papua Barat Minta Jangan Paksakan New Normal

Ketua DPR Papua Barat Orgenes Wonggor meminta Pemprov tidak memaksakan penerapan New Normal kalau masyarakar belum siap melaksanakannya.

“Meski pusat instruksikan, daerah Harus siap dulu. Kalau masyarakat sendiri belum siap maka jangan paksakan,” ujarnya di gubernuran, Rabu (10/06/2020) siang tadi.

Dia menilai Papua Barat belum siap melaksanakan New Normal jika dilihat dari jumlah terkonfirmasi positif dan angka kesembuhan.

“Kasus yang terjadi katakan 10, turun jadi 1, itu berarti daerah sudah siap, tapi kalau sekarang belum siap,” ungkapnya.

Dia lalu menyerukan sosialisasi intens dilakukan sampai di pedalaman.

“Gugus tugas sudah bekerja bagus, tapi semua divisi yang terlibat dalam gugus tugas harus ikut bekerja, tidak hanya TNI Polri,” ingatnya.

Dia lalu mengatakan masyarakat belum benar-benar paham, ditambah lagi dengan adat budaya.

“Misalkan 1 kena kemudian meninggal dan semua warga datang di situ, pasti bisa terpapar. Ini harus diberikan pemahaman lagi,” ingatnya.

Dia lalu mengatakan, DPRD siap membentuk satuan tugas untuk untuk turun di wilayah Sorong Raya dan Manokwari Raya melakukan pendataan lapangan, sehingga bisa memberi masukan pada Gugus Tugas Covid-19.

“Apakah sudah siap atau tidak nanti kita akan turun lapangan. Kondisi daerah harus jadi pertimbangan bagi kita,” tandasnya.(an/njo)

sumber: https://papuakini.co/2020/06/10/ketua-dpr-papua-barat-minta-jangan-paksakan-new-normal/